
The Millionaire Janitor Story
Terdapat seorang pria asal Amerika Serikat bernama Ronald Read. Setelah menyelesaikan tugasnya di Perang Dunia II, ia bekerja di sebuah stasiun pengisian bahan bakar (pom bensin) di mana ia mengisi bensin mobil pelanggan. Ia melakukan pekerjaan ini selama 25 tahun. Kemudian, ia bekerja sebagai petugas kebersihan (janitor) paruh waktu di toko serba ada JC Penney selama 17 tahun.
Sepanjang masa kerjanya, ia tidak pernah berpenghasilan besar. Banyak dari teman-temannya yang hidup dalam kemiskinan.
Namun, Ronald berbeda. Meski tidak pernah mendapatkan gaji besar, ia berhasil menyisihkan sedikit dari penghasilannya untuk ditabung. Tabungan kecil inilah yang membantu Ronald melakukan sesuatu yang luar biasa.
Baru setelah Ronald meninggal pada tahun 2014 di usia 92 tahun, orang-orang menyadari betapa luar biasanya dia. Setelah ia wafat, diketahui bahwa Ronald secara diam-diam telah mengumpulkan kekayaan sebesar $8 juta (sekitar Rp125 miliar).
Ia mencapai hal ini dengan mengambil sedikit tabungannya dan menginvestasikannya ke berbagai perusahaan selama bertahun-tahun. Meski ia tidak pernah berinvestasi dalam jumlah besar, karena ia berinvestasi secara rutin dan dalam jangka waktu yang sangat lama, uangnya terus tumbuh dan berkembang.
Wasiat Ronald adalah agar $4,8 juta disumbangkan ke rumah sakit setempat, $1,2 juta ke perpustakaan daerah (yang sering ia kunjungi untuk membaca tentang investasi), dan sisa $2 juta diberikan kepada anak laki-laki, pengasuh, serta keluarganya. Uangnya telah mengubah hidup banyak orang.
Diyakini bahwa satu-satunya orang yang mengetahui tentang investasinya adalah istrinya (yang meninggal lebih dulu darinya).
Walaupun tidak pernah berpenghasilan besar, karena ia menjaga keuangannya dengan baik, ia berhasil masuk dalam kelompok 1% orang terkaya di dunia!
Pesan Utama dari Kisah Ronald Read
ATURAN PERTAMA: Menabung Lebih Banyak daripada yang Dibelanjakan Ini adalah fondasi kesuksesan finansialnya. Ia tidak akan pernah bisa membangun kekayaan ini jika ia menghabiskan semua uangnya. Meskipun hanya memiliki tingkat penghasilan yang relatif rendah dari bekerja di pom bensin dan sebagai petugas kebersihan, ia menjaga standar hidupnya pada level yang memungkinkannya untuk menabung.
“Menjadi kaya bukan tentang seberapa banyak yang kamu hasilkan, tetapi tentang seberapa banyak yang kamu simpan.”
ATURAN KEDUA: Investasikan Apa yang Ditabung Hal ini sangat kuat karena banyak orang percaya bahwa investasi hanya untuk orang kaya, orang berpendidikan tinggi, atau mereka yang bekerja di bidang keuangan. Pria ini meluangkan waktu untuk mempelajari dasar-dasar investasi, meskipun tidak memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Ia bahkan menjadi lebih kaya daripada kebanyakan investor profesional! Ini menunjukkan bahwa semua orang bisa belajar berinvestasi, dan jika Anda melakukan hal-hal dasar dengan cukup baik, Anda akan menjadi kaya.
ATURAN KETIGA: Ia Sangat Sabar Ia membangun kekayaannya selama bertahun-tahun. Ia tidak mencari keuntungan instan dan tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Saat ini, banyak orang mendambakan kekayaan seperti yang ia miliki, namun kebanyakan orang tidak cukup sabar untuk menunggu uang mereka tumbuh.